Munirah Legiyanti's Blog

Maret 8, 2009

Pengertian dan Perlunya Pedagogik

Diarsipkan di bawah: Pedagogik — Munirah Legiyanti Yusuf @ 7:07 am

Apa itu pedagogik?

Bagi pendidik, istilah ini pasti sudah tidak asing lagi, dan ilmunya menjadi sebuah acuan dalam praktek mendidik anak. Jika dilihat dari segi istilah, pedagogik sendiri berasal dari bahasa Yunani Kuno, yaitu paedos (anak) dan agogos (mengantar, membimbing, memimpin).

Dari dua istilah diatas timbul istilah baru yaitu paedagogos dan pedagog, keduanya memiliki pengertian yang hampir serupa, yaitu sebutan untuk pelayan pada zaman Yunani kuno yang mengantarkan atau membimbing anak dari rumah ke sekolah setelah sampai di sekolah anak dilepas, dalam pengertian pedagog intinya adalah mengantarkan anak menuju pada kedewasaan.

Istilah lainnya yaitu Paedagogia yang berarti pergaulan dengan anak, Pedagogi yang merupakan praktek pendidikan anak dan kemudian muncullah istilah Pedagogik yang berarti ilmu mendidik anak.

Lalu apa sih yang menjadi kesalahpahaman istilah Pedagogik?

Kadang sebagian orang mengartikan bahwa pedagogik merupakan ilmu pendidikan, pemaknaan ini tidak berarti salah namun juga tidak sepenuhnya benar, mengapa? Karena jika ditinjau dari makna pendidikan secara luas maka Pendidikan adalah hidup. Lebih tepatnya segala pengalaman di berbagai lingkungan yang berlangsung sepanjang hayat dan berpengaruh positif bagi perkembangan individu.

Dari pengertian diatas maka bisa dipahami ada beberapa tingkatan dalam pendidikan, sehingga menimbulkan cabang ilmu pendidikan yang dikembangkan para ahli yaitu pendidikan pada anak yang disebut Pedagogik, ilmu pendidikan bagi orang dewasa yang disebut Andragogi serta pendidikan bagi ilmu pendidikan manula yang disebut Gerogogi.

Jelaslah bahwa Pedagogik terbatas pada ilmu pendidikan anak atau ilmu mendidik anak. Maka timbul pertanyaan lain, kapankah seorang anak masuk dalam kawasan pedagogik? Menurut M.J. Langeveld, pendidikan baru terjadi ketika anak telah mengenal kewibawaan, syaratnya yaitu terlihat pada kemampuan anak memahami bahasa, karena sebelum itu dalam pedagogik anak tidak disebut telah dididik yang ada adalah pembiasaan. Sedang batas atasnya yaitu ketika anak telah mencapai kedewasaan atau bisa disebut orang dewasa.

Jadi, pengertian bahwa pedagogik adalah ilmu pendidikan berarti benar dalam pengertian pendidikan pedagogik, namun berarti salah jika mengacu pada makna pendidikan secara luas.

Kemudian, mengapa Pedagogik diperlukan? Padahal pedagogik yang merupakan rangakaian teori kadang berlainan dengan praktek di lapangan? Ada dua alasan yang melandasinya, yaitu bahwa pedagogik sebagai suatu sistem pengetahuan tentang pendidikan anak diperlukan, karena akan menjadi dasar bagi praktek mendidik anak. Selain itu bahwa pedagogik akan menjadi standar atau kriteria keberhasilan praktek pendidikan anak. Kedua, manusia memiliki motif untuk mempertanggungjawabkan pendidikan bagi anak-anaknya, karena itu agar dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, praktek pendidikan anak memerlukan pedagogik sebagai landasannya agar tidak jadi sembarangan.

Untuk meyakinkan lebih jauh, pedagogik secara jelas memiliki kegunaan diantaranya bagi pendidik untuk memahami fenomena pendidikan secara sistematis, memberikan petunjuk tentang yang seharusnya dilaksanakan dalam mendidik, menghindari kesalahan-kesalahan dalam praktek mendidik anak juga untuk ajang untuk mengenal diri sendiri dan melakukan koreksi demi perbaikan bagi diri sendiri.

Menurut saya sendiri, pedagogik memang perlu dipelajari bahkan jika bisa untuk setiap orang, tanpa terbatas pada identitas sebagai calon guru. Karena sebenarnya kita semua akan atau mungkin anda yang telah memiliki keluarga telah menjadi seorang pendidik. Saya menyadari dan mengetahui pada dasarnya manusia mempunyai naluri untuk mendidik tanpa mempelajari teori, buktinya banyak orang tua berhasil mendidik anak mereka sampai kesuksesan, tanpa mempelajari pedagogik, namun teoripun lahir dari praktek di lapangan.

Lalu apakah dengan mempelajari pedagogik dan mempraktekannya dapat mendidik anak sehingga anak dapat mencapai kesuksesan? Jawabannya adalah bisa, karena tujuan pedagogik adalah memanusiakan manusia, menjadikan seseorang dewasa demi kebahagiaan dalam menjalani kehidupan. Kesuksesan ini jangan terus dikurung dalam artian pada kemapanan materi dari pandangan kita sebagai seorang pendidik sejati, tapi hakikatnya adalah menjadikan kesuksesan itu sebagai keberhasilan dalam menanamkan pada diri seseorang kebahagiaan dalam menjalani hidup dengan mengaplikasikan seperti misalnya mematuhi norma-norma yang ada pada masyarakat. Intinya, menjadikan seseorang menjalani hidup dengan bahagia.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat. Mohon maaf jika terdapat banyak kekurangan.

**tulisan diambil dari rangkuman hasil perkuliahan Pedagogik dan buku Pedagogik Teoritis Sistematis karya Tatang Syaripudin dan Kurniasih.

Februari 9, 2009

Teori Belajar

Diarsipkan di bawah: Teori Belajar — Munirah Legiyanti Yusuf @ 1:54 pm

semester 2..

Mata Kuliah Teori Belajar, bobotnya 2 SKS.

Materi yang bakal dipelajari:

Hakikat Belajar dan Pembelajaran

Belajar dan Pembelajaran sebagai Suatu Sistem

Pengertian Belajar dilihat dari Perspektif Psikologis

Teori-Teori Belajar, diantaranya:

§ Teori Kognitif Visual

§ Teori Behaviourisme

§ Teori Humanisme

§ Teori Konstruktifisme

Konsep Dasar Pemrosesan Informasi

Permasalahan Belajar dan Pembelajaran

9 Februari 2009

Hakikat Belajar dan Pembelajaran

Apa itu teori?

Teory is a set of Statement. Teori merupakan sekumpulan atau seperangkat pernyataan.

Nah loh, tadi di kelas sempet bingung juga, salah-salah yang berpendapat malah menyatakan teori juga waktu ditanya, apa itu teori?

Tapi ga semua pernyataan bisa digolongkan kedalam teori katanya,,, yang menjadi pembeda tentu saja karakteristik. Ada 3 karakteristik teori yang perlu kita ketahui, yaitu:

1. Unifying Statement, yaitu pernyataannya secara keseluruhan mempunyai kesamaan, kesatuan dan saling mempengaruhi, mengikat dan terkait.

Contohnya nih:

Belajar adalah proses perubahan perilaku seseorang yang bersifat relatif permanen dan merupakan hasil dari pengalaman atau latihan-latihan.

2. Universal Proposition

3. Predictive Statement

Kenapa 2 dan 3 tidak ada penjelasannya?

Saya akan menemukan jawabannya minggu depan, sebenernya ga usah nunggu sih, tinggal cari aja di buku Teori Belajar.

Tapi saya mau tau, bagi pembaca blog yang sudi kiranya membagi pengetahuannya,,,

Untuk menuliskan beberapa teori populer yang bisa digolongkan dalam karakteristik Universal Proposition dan Predictive Statement.

Terimakasih…

Maaf-maaf nih kalo ada salah eja…

Januari 10, 2009

Fungsi Komunikasi

Diarsipkan di bawah: Teori Komunikasi — Munirah Legiyanti Yusuf @ 9:40 am

Menginformasikan (to inform), maksudnya disini adalah kegiatan pengumpulan, penyampaian, dan pemrosesan, penyebaran berita, data, gambar, fakta, pesan, opini dan komentar yang dibutuhkan agar orang dapat mengerti dan bereaksi secara jelas terhadap kondisi internasional, lingkungan dan orang lain serta dapat mengambil keputusan yang tepat.

Mendidik (to educate) yaitu proses mengalihkan ilmu pengetahuan sehingga mendorong penambahan pengetahuan intelektual, membentuk watak dan pendidikan keterampilan serta kemahiran yang diperlukan pada semua bidang kehidupan.

Menghibur (to entertain), dengan menyebarluaskan sinyal, simbol, suara dan citra dari drama, tarian, kesenian, kesusastraan, musik, olahraga, komedi, permainan dan sebagainya untuk kesenangan dan rekreasi dari sebuah kelompok ataupun idividu.

Mempengaruhi (to influence) denagn penyampaian stimulus dari komunikator mengenai pemikiran-pemikirannya yang dapat merubah dan membentuk prilaku orang-orang lainnya sebagai responnya.

Definisi Komunikasi

Diarsipkan di bawah: Teori Komunikasi — Munirah Legiyanti Yusuf @ 9:33 am

Berasal dari bahasa Inggris communication dan dari bahasa Latin communicatus yang mempunyai arti berbagi atau menjadi milik bersama.
Diartikan juga sebagai proses sharing antara pihak-pihak yang melakukan aktifitas komunikasi tersebut.
Istilah komunikasi juga berasal dari kata Latin communicatio yang secara etimologis berasal dari kata communis yang berarti sama, bersama atau sama makna.(Drs. K. Prent CM, dkk. Kamus Latin Indonesia. 157)

Menurut Lexicographer (ahli kamus bahasa), komunikasi adalah upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan.
Jika dua orang berkomunikasi maka pemahaman yang sama terhadap pesan yang saling dipertukarkan adalah tujuan yang diinginkan oleh keduanya.
Webster’s New Collegiate Dictionary edisi tahun 1977 antara lain menjelaskan bahwa komunikasi adalah sautu proses pertukaran informasi diantara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku.

-Hovland, Janis & Kelley (1953)-
Proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan pesan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membetuk prilaku orang lainnya.
Mereka menyebut bahwa komunikasi dalam prosesnya mempunyai tujuan mempengaruhi atau membuat orang lain dibawah pengaruh dari si komunikator.

-Gode-
Proses yang membuat sesuatu yang semula dimilki seseoarang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki dua orang atau lebih. definisi ini menjelaskan kmunikasi sebagai bentuk berbagi anatara dua orang atau lebih.

-Bereleson & Stainer (1964)-
Proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain, melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka dan lainnya.
Dari definisi ini gambaran komunikasi semkain spesifik yaitu dengan penggunaan lambang atau simbol dalam prosesnya. Jadi kontrol sosial sudah dilakukan melalui penggunaan lambang dan simbol tersebut.

-Shanon & Weaver (1949)-
Komunikasi merupakan kegiatan yang mencakup semua prosedur melalui pikiran seseorang yang dapat mempengaruhi orang lain.
Kaitannya dalam proses interaksi, pendapat ini sudah mendekati strategi dalam melakukan hubungan antar pribadi.

-Harnack & Fest (1964)-
Komunikasi merupakan suatu proses ketika manusia berinteraksi untuk mencapai tujuan pengintegrasian baik antar individu dalam kelompok maupun di luar kelompok. Jadi, komunikasi dijadikan sarana penggabungan persepsi ataupun penyatuan antar individu atau kelompok.

-Gray & Wise (1959)-
Komunikasi dipandang sebagai proses penyajian stimuli maupun sebagai suatu respon apa yang sebenarnya atau apa yang dikhayalkan, sebagaimana yang muncul dalam kesadaran si pengambil inisiatif dalam proses komunikasi ini.
Dalam pengembangannya, aspek kemampuan manusia secara kognisi yang menggunakan otak sebagai pengendali sudah dapat ditembus.

Januari 7, 2009

Kompetensi Perkayasa Pembelajaran

Diarsipkan di bawah: teknologi pendidikan — Munirah Legiyanti Yusuf @ 7:30 am

Ada beberapa kompetensi untuk menjadi seorang perekayasa pembelajaran diantaranya:

Memahami landasan teori, konsep dan research serta aplikasi teknologi pendidikan dalam kehidupan

Merancang pola instructional atau pembelajaran

Memproduksi media-media pembelajaran

Mengevaluasi program desain pembelajaran

Mengelola media dan sarana pembelajaran

Memanfaatkan sarana dan teknik instructional

Menyebarkan informasi produk pendidikan

Mampu mengelola sumber belajar

Definisi Perencanaan Pembelajaran

Diarsipkan di bawah: desain pembelajaran — Munirah Legiyanti Yusuf @ 7:25 am

Sebelum mengetahui makna dari pencanaan pembelajaran, tentu kita harus mengetahui dulu apa itu perencanaan.
Ada beberapa pendapat menurut para ahli, diantaranya:

-Herbert Simon- (1996)
Perencanaan adalah sebuah proses pemecahan masalah, yang bertujuan adanya solusi dalam suatu pilihan.

-Gordon Rowland- (1993)
Perencanan bukan hanya membantu untuk mencipkan solusi tapi juga membantu untuk lebih memahami permasalahan itu sendiri,
jadi sebuah usulan lebih diutamakan dibanding informasi awal. Proses perencaan menggiring kita untuk berfikir kembali atau merangkai masalah kembali.

-See Sabon- (1987)
Perencanaan membantu kita melihat masalah dalam pemikiran yang baru, pandangan yang berbeda dari yang lain, dan lebih baik dalam memahami masalah yang kompleks
menjadi lebih sederhana.

-Cristoper Clark- (1995)
Baginya guru adalah perencana, jadi guru yang profesional, aktif, siap untuk memberikan pembelajaran dan dengan cara penyampaian yang unik adalah guru yang punya perencanaan baik.

Jadi, kesimpulan yang dapat kita ambil dari pendapat para ahli diatas adalah bahwa perencanaan merupakan suatu proses pemecahan masalah untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Berikut definisi tentang perencanaan pembelajaran:
-Branch- (2002)
Suatu sistem yang berisi prosedur untuk mengembangkan pendidikan dengan cara yang konsisten dan reliable.

-Ritchy-
Ilmu yang merancang detail secara spesifik untuk pengembangan, evaluasi dan pemeliharaan situasi dengan fasilitas pengetahuan diantara satuan besar dan kecil persoalan pokok.

-Smith & Ragan-
(1993) Proses sistematis dalam mengartikan prinsip belajar dan pembelajaran kedalam rancangan untuk bahan dan aktifitas pembelajaran.
(1999) Proses sistematis dan berfikir dalam mengartikan prinsip belajar dan pembelajaran kedalam rancangan untuk bahan dan aktifitas
pembelajaran, sumber informasi dan evaluasi.

-Zook- (2000)
Proses berfikir sistematis untuk membantu pelajar memahami (belajar)

Definisi lain mengenai Perencanaan Pembelajaran adalah proses membantu guru secara sistematik dan menganalisis kebutuhan pelajar dan menyusun kemungkinan yang berhubungan dengan kebutuhan.

Januari 4, 2009

Unsur Definisi AECT

Diarsipkan di bawah: teknologi pendidikan — Munirah Legiyanti Yusuf @ 11:41 am

Definisi AECT mengenai teknologi pendidikan pada tahun 2008, yaitu

Teknologi pendidikan adalah studi dan praktek etis dalam upaya memfasilitasi pembelajaran dan memperbaiki kinerja dengan cara menciptakan, memanfaatkan, mengelola proses dan sumber-sumber teknologi

Dari definisi ini ditemukan beberapa komponen diantaranya, yaitu: studi, praktek etis, memfasilitasi, pembelajaran, memperbaiki, kinerja, menciptakan, memanfaatkan, mengelola, proses, teknologi dan sumber-sumber.

Disini akan dibahas mengenai 2 komponen, yaitu kinerja atau pelaksanaan dan menciptakan. Kinerja berkenaan dengan kemampuan peserta didik untuk melaksanakan dan menggunakan kemampuan baru. Berdasarkan sejarah, teknologi pendidikan selalu punya komitmen khusus untuk dihasilkan, sebagai contoh dari program pembelajaran, sebagai proses awal menjadi “teknologi pendidikan”. Materi pembelajaran yang telah diprogram akan dinilai khalayak pada pengguna yang bisa menampilkan “terminal tujuan” setelah pembelajaran. Jadi referensi untuk “improving performance” mempunyai konotasi baru dalam pembelajaran, yaitu bukan hanya pengetahuan tapi juga kemampuan yang dapat digunakan.

Teknologi pendidikan dapat membantu peserta didik menjadi penampil atau pelaksana yang lebih baik, alat-alat dan ide dari teknologi pendidikan bisa membantu guru dan perancang atau perekayasa pembelajaran menjadi penampil yang lebih baik, teknologi pendidikan pun dapat membantu suatu organisasi mencapai tujuannya dengan lebih efektif. Sehingga, teknologi pendidikan bisa dinyatakan memiliki kemampuan untuk meningkatkan produktivitas pada tingkatan perorangan atau organisasi.

Penggunaan perbaikan kinerja dalam definisi ini tidak berarti bahwa teknologi pendidikan menyatakan secara tidak langsung semua bentuk perbaikan dalam kinerja.

Definisi ini menyebutkan tiga fungsi utama yang integral untuk konsep teknologi pendidikan, yaitu menciptakan, menggunakan dan mengelola. Fungsi ini dapat dilihat sebagai bagian dari aktivitas yang mungkin dapat diaplikasikan oleh orang yang berbeda dan dalam waktu yang berbeda. Fungsi ini juga dapat dilihat sebagai fase dari proses yang lebih besar dari pengembang pembelajaran.

Menciptakan dapat termasuk juga bermacam-macam aktivitas, tergantung pendekatan desain yang digunakan. Pendekatan desain dapat berkembang dari pola pikir pengembang sendiri misalnya aesthetic, ilmiah, rancang bangun, prosedur atau sistematisnya, yang dapat menghasilkan bahan dan kondisi yang diperlukan untuk pembelajaran yang lebih efektif.

Pendekatan sistem, contohnya, memerlukan prosedur untuk menganalisis sebuah masalah pembelajaran, mendesain dan mengembangkan suatu solusi, mengevaluasi dan merevisi keputusan yang dibuat pada setiap langkah yang digunakan lalu menerapkan solusi. Memperkirakan hasil dan mengambil langkah yang tepat ketika penciptaan berlangsung disebut Evaluasi Formatif, jika memperkirakan dampak dari proyek di akhir kegiatan penciptaan maka ini disebut Evaluasi Sumatif.

Proses desain dan pengembangan dipengaruhi berbagai teknologi analog dan digital yang digunakan untuk menciptakan bahan dan lingkungan pembelajaran. Apa yang diciptakan mungkin bukan hanya materi untuk pembelajaran dan cakupan lingkungan pembelajaran, tapi termasuk juga alat bantu sebagai database untuk manajemen ilmu pengetahuan, database online untuk mengeksplorasi masalah, help system otomatis, dan portofolio untuk menampilkan perkiraan pembelajaran.

Januari 2, 2009

Masalah Pokok Pendidikan

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Munirah Legiyanti Yusuf @ 10:47 am

Jika kita melihat kondisi Indonesia, tentu tak akan ada habisnya apabila kita membahas tentang masalah-masalah yang dihadapi dunia pendidikan di negeri ini. Namun kita coba lihat apa yang menjadi masalah pokok pendidikan itu, diantaranya mungkin soal bagaimana masyarakat dari semua kalangan dapat mengenyam bangku sekolah atau pendidikan yang layak. Tentu kita menyadari masih banyak anak-anak usia sekolah atau masyarakat yang tidak dapat menikmati pendidikan. Dan juga bagaimana pendidikan yang telah didapat memberikan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

Dari masalah diatas dapat dikembangkan pada jenis masalah yang harus diutamakan penyelesaiannya, yaitu pemerataan pendidikan, efektifitas pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan. Pada masalah pemerataan pendidikan, cara yang dapat digunakan adalah membangun sekolah-sekolah di daerah agar semua masyarakat memperoleh kesempatan bersekolah, atau bisa juga dengan mengadakan sekolah terbuka. Dalam masalah efektifitas atau efisiensi pendidikan mungkin terkait dengan pemanfaatan tenaga pendidik atau guru, sarana dan prasarana dan cara mengefektikan daya atau tenaga yang ada. Mutu pendidikanpun selalu menjadi sorotan saat ini, bukti nyata dari rendahnya mutu pendidikan karena kurangnya daya saing yaitu dengan banyaknya pengangguran.

Tak bisa dipungkiri banyak faktor yang mempengaruhi berkembangnya masalah pendidikan diantaranya, perkembangan teknologi yang semakin cepat dan sangat berdampak pada kehidupann masyarakat, laju pertumbuhan penduduk yang makin meningkat dari tahun ke tahun tanpa diiringi peningkatan kualitas hidup, letak geografis yang sulit dijangkau, masalah budaya yang sulit menerima perkembangan karena adanya paradigma bahwa kebudayaan baru dapat menggantikan dan menghapus kebudayaan yang telah lama dijaga, dan keterbelakangan ekonomi yang tentu saja sulit dihindarkan di tengah krisis global saat ini.

DEFINISI TEKNOLOGI PENDIDIKAN

Diarsipkan di bawah: teknologi pendidikan — Munirah Legiyanti Yusuf @ 10:08 am

Sebelum melihat pada definisi teknologi pendidikan, ada baiknya kita mengetahui dulu beberapa definisi mengenai teknologi terlebih dahulu, pada dasarnya Teknologi adalah penerapan dari ilmu dan bidang tertentu untuk meyelesaikan masalah tertentu, namun ada beberapa pendapat dan definisi yang diungkapkan para ahli, diantaranya:

Menurut Rogers (1986:1), teknologi biasanya menyangkut aspek perangkat keras (material dan objek fisik) dan perangkat lunak (informasi yang ada dalam perangkat keras).

Romiszwoski (1981:11) mengungkapkan bahwa teknologi selalu berkaitan dengan produk dan proses.

Teknologi merupakan usaha untuk memecahkan masalah manusia. Lebih jelasnya bahwa teknologi adalah penerapan ilmu atau pengetahuan yang terorganisir secara sistematis dalam penyelesaian tugas-tugas secara praktis.(Salisbury, 2002)

Sedangkan pengertian tentang pendidikan adalah berbagai macam usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ada tiga cakupan pendidikan yang harus kita ketahui, yaitu:

Belajar

Membimbing

Melatih

Barbara B. Seels dan Rita C Ritchey mengembangkan definisi teknologi pembelajaran sebagai teori dan praktek dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan dan penilaian proses dan sumber untuk belajar.

Definisi AECT mengenai teknologi pendidikan pada tahun 2004, yaitu

Teknologi pendidikan adalah studi dan praktek etis dalam upaya memfasilitasi pembelajaran dengan dengan cara menciptakan, memanfaatkan, mengelola proses dan sumber-sumber teknologi yang tepat, jelas, tujuan utamanya untuk memfasilitasi pembelajaran agar efektif, efisien, menarik dan meningkatkan kinerja.

Definisi AECT tahun 2008

Teknologi pendidikan adalah studi dan praktek etis dalam upaya memfasilitasi pembelajaran dengan dengan cara menciptakan, memanfaatkan, mengelola proses dan sumber-sumber teknologi

TEKNOLOGI PEMBELAJARAN

Diarsipkan di bawah: teknologi pendidikan — Munirah Legiyanti Yusuf @ 9:59 am

Teknologi pembelajaran jika kita merujuk pada definisi tahun 1994 adalah praktek dalam mendesain, mengembangkan, memanfaatkan, mengelola dan menilai proses-proses maupun sumber-sumber belajar.

Pada rumusan tentang teknologi pembelajaran tahun 1977 ada lima domain teknologi pembelajaran yaitu kawasan desain, kawasan pengembangan, kawasan pemanfaatan, kawasan pengelolaan, dan kawasan penilaian.

Kali ini akan diterangkan mengenai kawasan pemanfaatan dalam teknologi pembelajaran.

Dimulai dari pengertian pemanfaatan sendiri yaitu aktivitas menggunakan proses dan sumber untuk belajar. Kawasan pemanfaatan termasuk didalamnya adalah:

o Pemanfaatan media;

Pengertiannya yaitu penggunaan sistematis dari sumber-sumber untuk belajar. Sedangkan salah satu implikasinya adalah penggunaan alat-alat teknologi yang digunakan dalam pembelajaran, misalnya film yang digunakan dalam materi pembelajaran ataupun penggunaan LCD untuk menyampaikan materi pembelajaran.

o Difusi inovasi;

Difusi inovasi adalah proses berkomunikasi melalui strategi yang terencana dengan tujuan untuk diadopsi, dalam implikasinya yaitu adanya usaha pembatasan penayangan adegan kekerasan di televise dan pembatasan tayangan komersil pada saat jam tayang untuk anak-anak.

o Implementasi dan pelembagaan;

Implementasi memiliki pengertian penggunaan bahan dan strategi pembelajaran dalam keadaan yang sesungguhnya (bukan tersimulasikan). Sedangkan pelembagaan diartikan sebagai penggunaan yang rutin dan pelesatrian dari inovasi pembelajaran dalam suatu stuktur atu budaya organisasi. Dalam implikasinya, misalkan komputer dan televise sekolah menekankan pentingnya perencanaan baik untuk perubahan individu maupun perubahan organisasi.

o Kebijakan dan regulasi;

Kebijakan dan regulasi adalah aturan dan tindakan dari masyrakat (wakilnya) yang mempengaruhi difusi atau penyebaran dan penggunaan teknologi pembelajaran. Implikasi dalam kehidupan misalnya penentuan kebijakan tentang televisi pembelajaran dan televisi masyrakat, hukum hak cipta, standar peralatan dan program serta pembentukan unit administrasi yang mendukung Teknologi Pendidikan.

Blog pada WordPress.com.